Nasional, Makassar--Tiga narapidana Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Makassar kabur dari penjara. Mereka melarikan diri setelah menggergaji terali besi yang ada dalam kamar Blok A1 kamar 10.

"Iya betul ada tiga tahanan kabur, kejadiannya sekitar pukul 01.00 Wita- 03.00 Wita. Karena pukul 00.00 Wita petugas melihat mereka masih ada," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan Jauhar Fardin kepada Tempo, Minggu 7 Mei 2017.

Baca: Tahanan Kabur yang Tertangkap Dievakuasi ke Lapas Pekanbaru

Menurut dia, lokasi kaburnya tahanan memang sepi dan sempit karena berada di belakang, sehingga tak kelihatan siapa yang berada di situ. Situasi lengang itu dimanfaatkan pelaku melarikan diri. "Diputuskan satu terali besi langsung bisa keluar dan dapat selokan, kemudian mereka lompat tembok menggunakan sarung yang digabung dengan tali nilon," tutur Jauhar.

Kaburnya tiga narapidana diketahui dari informasi Tatang Suharman, Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban LP Makassar pada Minggu 7 Mei 2017. Saat itu tiga narapidana tersebut tidak kelihatan mengikuti apel pagi sekitar pukul 08.00 Wita Minggu pagi. Menurut dia, mereka melarikan diri setelah menggergaji besi lalu melewati selokan dan naik diatas pos penjagaan. "Pos itu memang tak terjaga karena keterbatasan petugas," ucap Tatang.

Simak: Napi Kabur di Pekanbaru, Perbatasan Sumatera Barat Diperketat

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Makassar Komisaris Besar Endi Sutendi menambahkan pihaknya sudah diminta untuk membantu pencarian ketiga tahanan tersebut. "Kami sudah terima laporan dan saat ini jajaran polisi sedang melakukan pencarian," ucap Endi.

Menurut Endi, polisi berkoordinasi dengan pihak LP dan membentuk tim identifikasi serta tim khusus untuk memburu tiga narapidana yang kabur tersebut.

Informasi yang dihimpun, tiga narapidana yang kabur itu bernama Rizal Budiman alias Ical, 22 tahun,  Muhammad Tajrul Kilbareng alias Arun 31 tahun dan Iqbal alias Bala 34 tahun. Ketiganya dijerat Pasal 338 KUHP dan berada di Blok A1 Kamar 10. Mereka berhasil kabur dengan cara merusak ventilasi kamar yang terbuat dari besi. Selanjutnya melompat turun ke selokan lalu melompat naik ke Pos II.

Lihat: Pulang Sidang, Tahanan Kejaksaan Lumajang Kabur dari Mobil

Keterangan saksi bernama Supirman Daeng Siajang menyebutkan bahwa dia masih bertemu Muhammad Tajrul di dalam Kamar 10 karena membawakan rokok. "Kalau Iqbal dan Rizal, saya tak ketemu, karena seusai membawa rokok langsung kembali ke Blok A1 kamar 15," tutur Supirman.

Hal senada dikatakan Muhammad Juritno, terpidana kasus pembunuhan. Dia mengaku sempat melihat Tajrul di kamar blok A1 Kamar 10 sekitar pukul 23.00 Wita. Sedangkan Iqbal, ujar dia, hanya bertemu terakhir pada pukul 21.00 Wita. "Saat itu Tajrul juga meminta rokok."

DIDIT HARIYADI