Inforial- Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan berpartisipasi dalam acara seni rupa dua tahunan, Venice Biennale 2017, di Italia. Venice Biennale atau La Biennale de Venezia adalah pameran seni rupa reguler tertua di dunia. Pameran ini pertama kali diselenggarakan pada 1895.

Dalam konferensi pers di Plataran Menteng, Jakarta Pusat, 27 April 2017, Wakil Ketua Kreatif Ricky Pesik mengatakan pencinta seni tidak perlu jauh-jauh ke Italia untuk melihat acara bergengsi tersebut karena tahun ini Bekraf akan membuat paviliun Indonesia di dua lokasi yang saling berinteraksi, yaitu di Senayan, Jakarta dan Arsenale, Venesia. Ini merupakan karya pertama dalam sejarah Venice Art Biennale yang menghubungkan dua negara.

Bekraf menunjuk perupa Tintin Wulia untuk menampilkan seni instalasinya di acara tersebut. Tintin adalah lulusan jurusan Arsitektur Universitas Parahyangan dan memiliki gelar sarjana dalam bidang musik untuk scoring film dari Berklee College of Music, Boston. Karya-karya Tintin merupakan refleksi dari berbagai ragam isu perbatasan dengan pendekatan yang serupa dengan critical geopolitics. Menggunakan bermacam media untuk menyertakan permainan dan interaktivitas dalam karyanya, Tintin juga kerap menghasilkan karya dengan menggunakan video, mural, obyek, teks, instalasi, dan performance. Untuk Venice Biennale ini, Tintin mengambil tema “1001 Martian Homes” yang terinspirasi dari kisah 1001 malam.

Indonesia pernah menjadi bagian dalam Venice Art Biennale pada 1954 ketika pelukis Affandi berpartisipasi dan memenangi penghargaan. Setelah itu, hampir empat puluh tahun Indonesia absen. Indonesia kembali berpartisipasi pada 1993, dengan seniman Dewa Putu Mokoh, Hendrawan Riyanto, Anusapati, dan Setiawan Sabana, yang tampil dalam pameran Modernities and Memories dengan dukungan dana dari Rockefeller Foundation.

Terakhir, pada 2015, paviliun Indonesia menampilkan instalasi gigantik Heri Dono dalam pameran tunggalnya, Trokomod. Seniman Indonesia ikut Venice Biennale dengan dukungan sebagian dana dari pemerintah Indonesia, yang menandai munculnya iktikad baru untuk mendukung kiprah seniman-seniman Indonesia dalam kancah internasional.

Pameran Venice Biennale akan berlangsung selama enam bulan di Arsenal, mulai 13 Mei 2017 hingga 26 November 2017. Untuk di Jakarta, paviliun Indonesia akan digelar di Senayan City dengan instalasi yang persis sama dengan yang ada di Arsenal dan akan saling terhubung.

Dalam persiapannya, Bekraf membentuk komisioner yang diketuai Ricky Pesik, dengan anggota Melani W. Setiawan, Amalia Wijono, dan Diaz Parzada. Mereka kemudian membentuk kurator dan melakukan seleksi seniman yang akan tampil mewakili Indonesia. Akhirnya dipilihnya seniman dan kurator yang akan mewakili Indonesia dalam acara tersebut, yakni seniman Tintin Wulia dan kurator Dyatmika, yang akan menghadirkan pameran tunggal.(*)